|
1 |
Perhatikan gambar sel hewan dan sel tumbuhan berikut ini.
Salah satu perbedaan utama antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah keberadaan vakuola besar pada sel tumbuhan. Jika vakuola pada sel tumbuhan pecah akibat kekurangan air yang parah, dampak paling mungkin terhadap sel tersebut adalah … |
|
|
A |
Sel mengalami plasmolisis dan dinding sel hancur |
|
|
B |
Nukleus berpindah ke luar sel karena tekanan osmotik |
|
|
C |
Sel kehilangan bentuk , layu karena tekanan turgor menurun drastis |
|
|
D |
Sel tetap tegar karena dinding sel menjaga tekanan internal |
|
|
E |
Proses fotosintesis meningkat untuk menyeimbangkan kadar air |
|
|
2 |
Suatu sel hewan dimasukkan ke dalam larutan hipotonik. Jika eksperimen dilakukan berulang kali, fenomena yang paling mungkin diamati dan alasannya adalah … |
|
|
A |
Sel mengerut karena air keluar secara osmosis |
|
|
B |
Sel membesar dan akhirnya pecah karena air masuk ke dalam sel |
|
|
C |
Sel tetap sama karena membran bersifat impermeabel terhadap air |
|
|
D |
Air keluar dan masuk seimbang karena sel bersifat isotermik |
|
|
E |
Sel tumbuhan akan mengalami plasmolisis |
|
|
3 |
Dalam proses produksi protein, hubungan antara nukleus, ribosom, dan retikulum endoplasma kasar (RE kasar) adalah… |
|
|
A |
Nukleus menghasilkan energi yang digunakan ribosom di RE kasar |
|
|
B |
Ribosom mengatur ekspresi gen di dalam nukleus |
|
|
C |
Nukleus mengirim perintah melalui mRNA ke ribosom yang terikat pada RE kasar untuk sintesis protein |
|
|
D |
RE kasar mengirimkan informasi genetik ke ribosom dan nukleus |
|
|
E |
Semua komponen bekerja independen tanpa keterkaitan langsung |
|
|
4 |
Pada penelitian mikroskopis tentang mitokondria, ditemukan jumlah mitokondria berbeda antara sel otot dan sel lemak. Fenomena ini menunjukkan bahwa … |
|
|
A |
Jumlah mitokondria ditentukan oleh faktor genetik saja |
|
|
B |
Sel lemak membutuhkan energi lebih banyak daripada sel otot |
|
|
C |
Jumlah mitokondria berhubungan dengan kebutuhan energi dari aktivitas sel |
|
|
D |
Sel otot tidak memiliki mitokondria karena menggunakan energi cadangan |
|
|
E |
Sel lemak memiliki mitokondria terbanyak untuk menyimpan energi |
|
|
5 |
Perhatikan sel tumbuhan berikut ini!
Sebuah sel tanaman dirusak pada bagian aparatus Golgi-nya. Akibat yang paling mungkin dialami oleh sel tersebut adalah … |
|
|
A |
Sintesis protein tidak akan terjadi sama sekali |
|
|
B |
Tidak mampu memodifikasi dan mengemas protein dengan baik |
|
|
C |
DNA tidak dapat tereplikasi sehingga sel tidak membelah |
|
|
D |
Proses translasi terjadi lebih cepat dari biasanya |
|
|
E |
Mitokondria berhenti menghasilkan ATP |
|
|
6 |
Plasmolisis dapat terjadi bila sel tumbuhan berada dalam larutan yang hipertonik dibandingkan dengan cairan sel SEBAB Plasmolisis merupakan proses lepasnya sitoplasma dari dinding sel. |
|
|
A |
Bila pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
B |
Bila pernyataan benar, alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
C |
Bila pernyataan benar, dan alasan salah |
|
|
D |
Bila pernyataan salah dan alasan benar |
|
|
E |
Bila pernyataan dan alasan semuanya salah |
|
|
7 |
Apabila seorang siswa menetesi darah dengan larutan gula pada suatu gelas objek, kemudian mengamatinya dibawah mikroskop, siswa akan menemukan semua sel darah pecah SEBAB Larutan gula menyebabkan terjadinya haemolisis pada sel-sel darah yang diamati. |
|
|
A |
Bila pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
B |
Bila pernyataan benar, alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
C |
Bila pernyataan benar, dan alasan salah |
|
|
D |
Bila pernyataan salah dan alasan benar |
|
|
E |
Bila pernyataan dan alasan semuanya salah |
|
|
8 |
Gerakan zat melewati membran sel antara lain…
|
|
|
A |
Jika No 1,2,3 Benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
9 |
Sebuah penelitian dilakukan pada kultur sel hati yang dipapar alkohol dalam konsentrasi tinggi. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan jumlah peroksisom dan retikulum endoplasma halus (REL) dalam sel tersebut. Sementara itu, jumlah mitokondria tampak menurun, diduga akibat kerusakan membran dalam yang memicu apoptosis.
Pertanyaan: Berdasarkan data tersebut, penjelasan yang paling tepat mengenai perubahan organel pada sel hati yang terpapar alkohol adalah… |
|
|
A |
REL meningkat karena berperan dalam respirasi sel yang menurun saat terpapar alkohol. |
|
|
B |
Peningkatan peroksisom terjadi untuk mendukung sintesis protein sebagai respons terhadap toksisitas alkohol |
|
|
C |
Penurunan mitokondria terjadi karena sel memerlukan energi lebih sedikit saat terjadi detoksifikasi. |
|
|
D |
REL meningkat karena berfungsi dalam detoksifikasi senyawa berbahaya, termasuk alkohol |
|
|
E |
Peroksisom menurun karena proses oksidasi asam lemak berkurang akibat alkohol. |
|
|
10 |
Transportasi Membran dan Kondisi Osmosis
Seorang peneliti memasukkan sel darah merah ke dalam tiga larutan berbeda: • Larutan A: hipotonik • Larutan B: isotonik • Larutan C: hipertonik Setelah 10 menit, sel dalam larutan A mengalami hemolisis, sel dalam larutan B tetap normal, dan sel dalam larutan C menjadi kisut (krenasi).
Pertanyaan: Jika sel darah merah pada larutan A dengan cepat dipindahkan ke larutan C, apa yang paling mungkin terjadi pada sel tersebut? |
|
|
A |
Sel kembali normal karena perpindahan air berlangsung lambat. |
|
|
B |
Sel langsung pecah karena tekanan osmotik larutan C sangat tinggi. |
|
|
C |
Sel menjadi sangat kisut karena kehilangan air secara cepat |
|
|
D |
Sel tetap membengkak karena membran sel tidak berubah |
|
|
E |
Sel akan tetap isotonik karena sudah beradaptasi di larutan A. |
|
|
11 |
Pada sebuah percobaan enzim katalase dari hati mamalia diuji pada berbagai suhu. Hasil menunjukkan aktivitas maksimum pada suhu 37°C. Ketika suhu dinaikkan hingga 65°C, reaksi berhenti meskipun jumlah substrat berlebih.
Pertanyaan: Kesimpulan terbaik yang dapat diambil dari data tersebut adalah… |
|
|
A |
Substrat mengalami penguraian sehingga enzim tidak dapat bekerja. |
|
|
B |
Katalase membutuhkan suhu tinggi agar dapat berikatan dengan substrat |
|
|
C |
Denaturasi enzim terjadi pada suhu tinggi sehingga bentuk aktif situs aktif hilang. |
|
|
D |
Reaksi berhenti karena suhu tinggi mempercepat pembentukan produk. |
|
|
E |
Enzim bekerja optimal pada suhu rendah untuk mempertahankan stabilitas struktur protein. |
|
|
12 |
Dalam sebuah penelitian, dua kelompok tanaman tomat dimodifikasi genetik untuk meningkatkan produksi karbohidrat.
Setelah 6 minggu, ternyata Kelompok 1 mengalami peningkatan biomassa lebih tinggi dibanding Kelompok 2, meskipun keduanya diberi perlakuan cahaya dan nutrisi yang sama. Pertanyaan: Berdasarkan konsep fungsi organel, alasan paling tepat mengapa Kelompok 1 memiliki biomassa lebih tinggi adalah … |
|
|
A |
Kloroplas menghasilkan ATP lebih banyak dibandingkan mitokondria |
|
|
B |
Kloroplas menghasilkan glukosa yang langsung meningkatkan biomassa tanaman |
|
|
C |
Mitokondria hanya berfungsi untuk respirasi anaerob sehingga tidak membantu pertumbuhan |
|
|
D |
Mitokondria menghambat fotosintesis sehingga produksi biomassa berkurang |
|
|
E |
Kloroplas dan mitokondria memiliki fungsi yang sama, sehingga hasilnya kebetulan saja. |
|
|
13 |
Seorang pasien penderita penyakit metabolik mengalami mutasi pada gen yang mengkode enzim heksokinase, yaitu enzim pertama pada jalur glikolisis. Mutasi tersebut menyebabkan bentuk aktif enzim hanya bekerja pada suhu mendekati 40°C. Pada suhu tubuh normal (36–37°C), enzim tersebut hanya menunjukkan 20% aktivitas normal. Pertanyaan: Dampak fisiologis yang paling mungkin terjadi pada sel pasien adalah … |
|
|
A |
Produksi ATP meningkat drastis pada suhu tubuh normal. |
|
|
B |
B. Glukosa tidak dapat dipecah sehingga sel mengandalkan respirasi aerob untuk energi. |
|
|
C |
Jalur glikolisis terhambat sehingga produksi ATP sel menurun. |
|
|
D |
Sel akan meningkatkan suhu tubuh agar enzim kembali aktif. |
|
|
E |
Siklus Krebs berlangsung lebih cepat untuk mengganti energi yang hilang |
|
|
14 |
Pada oogenesis terbentuk satu sel fungsional sekali meiosis SEBAB Dari empat sel anak hasil oogenesis terbentuk tiga sel polosit yang mati |
|
|
A |
Bila pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
B |
Bila pernyataan benar, alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
C |
Bila pernyataan benar, dan alasan salah |
|
|
D |
Bila pernyataan salah dan alasan benar |
|
|
E |
Bila pernyataan dan alasan semuanya salah |
|
|
15 |
Berikut ini yang merupakan ciri mitosis adalah : (1) Menghasilkan sel anak yang sifatnya sama dengan sel induk (2) Jumlah kromosom sel anak sama dengan kromosom sel induk (3) Sekali pembelahan menghasilkan dua sel anak (4) Terjadi pada peristiwa gametogenesis |
|
|
A |
Jika No 1, 2, 3 benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
16 |
Ciri berikut yang bukan ciri dari profase mitosis adalah… |
|
|
A |
Nucleolus lenyap |
|
|
B |
Membran inti menghilang |
|
|
C |
Kromatin memendek dan menebal |
|
|
D |
Sentriol menghasilkan benang tubulin |
|
|
E |
Organel sel di luar inti mulai tampak jelas |
|
|
17 |
Sebuah perusahaan agrikultur membuat percobaan pada dua jenis tanaman tomat. Tanaman A ditanam pada tanah gembur dengan kadar air cukup, sedangkan Tanaman B ditanam pada tanah liat yang lebih padat. Setelah 3 minggu, tanaman A tumbuh lebih tinggi dan daunnya lebih lebar, sementara tanaman B tampak kerdil dengan daun yang cepat layu pada siang hari.
Hasil analisis mikroskopis menunjukkan bahwa Tanaman B memiliki elemen trakea lebih sedikit, diameter xilem lebih kecil, dan penebalan dinding sekunder yang lebih tipis daripada Tanaman A.
Pertanyaan: Faktor paling berpengaruh yang menyebabkan perbedaan kondisi Tanaman A dan B adalah…. |
|
|
A |
Lebih aktifnya pembelahan jaringan meristem apikal pada Tanaman A |
|
|
B |
Berkurangnya kemampuan transportasi air pada Tanaman B akibat struktur xilem |
|
|
C |
Menurunnya proses fotosintesis karena jumlah stomata lebih sedikit pada Tanaman B |
|
|
D |
Gangguan diferensiasi floem sehingga distribusi hasil fotosintesis terhambat |
|
|
E |
Lapisan kutikula pada daun Tanaman B lebih tebal sehingga menghambat transpirasi |
|
|
18 |
Seorang atlet renang profesional menjalani program latihan selama 2 bulan. Setelah evaluasi, ditemukan bahwa volume paru-paru meningkat, pernapasan menjadi lebih efisien, dan kemampuan menahan napas bertambah 35%. Hasil biopsi menunjukkan penebalan jaringan epitel alveolus yang sangat tipis, serta peningkatan jumlah kapiler di sekitar alveolus.
Pertanyaan: Adaptasi jaringan yang paling berperan dalam peningkatan kemampuan paru-paru atlet tersebut adalah… |
|
|
A |
Penebalan epitel untuk melindungi alveolus dari gesekan |
|
|
B |
Penambahan lapisan epitel kubus untuk memperkuat dinding alveolus |
|
|
C |
Peningkatan luas permukaan pertukaran gas melalui kapilarisasi |
|
|
D |
Penggantian epitel selapis menjadi epitel berlapis agar tidak mudah rusak |
|
|
E |
Penebalan membran basal alveolus untuk memperlambat difusi gas |
|
|
19 |
Di sebuah laboratorium, dilakukan eksperimen pada dua kelompok tikus. Kelompok 1 diberi nutrisi yang cukup untuk pembentukan mielin, sedangkan Kelompok 2 kekurangan nutrisi tersebut. Setelah 4 minggu, respons gerak Kelompok 2 lebih lambat, refleks menurun, dan koordinasi tubuh terganggu.
Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan bahwa akson saraf pada Kelompok 2 memiliki selubung mielin yang lebih tipis dan beberapa bahkan tidak lengkap.
Pertanyaan: Gangguan tersebut terutama memengaruhi fungsi jaringan saraf berupa… |
|
|
A |
Hilangnya kemampuan neuron membentuk sinaps |
|
|
B |
Penurunan kecepatan hantaran impuls pada akson |
|
|
C |
Melemahnya potensial aksi pada membran dendrit |
|
|
D |
Kerusakan neuron motorik pada sumsum tulang belakang |
|
|
E |
Terganggunya pelepasan neurotransmiter pada terminal akson |
|
|
20 |
Sebuah tim peneliti melakukan studi pada dua spesies tanaman yang tumbuh di lingkungan berbeda. Tanaman A hidup di daerah berangin dengan intensitas cahaya tinggi, sedangkan Tanaman B tumbuh di daerah lembap dengan intensitas cahaya rendah. Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan bahwa Tanaman A memiliki jaringan kolenkim lebih tebal pada bagian tangkai daun, sedangkan Tanaman B memiliki jaringan spons (spons parenkim) yang lebih luas pada mesofil.
Pertanyaan: Berdasarkan data tersebut, kombinasi fungsi jaringan yang paling relevan untuk menjelaskan perbedaan adaptasi kedua tanaman adalah… |
|
|
A |
Kolenkim memperkuat organ musim hujan; parenkim spons meningkatkan difusi CO₂ untuk efisiensi fotosintesis di tempat cerah |
|
|
B |
Kolenkim memberikan kekuatan lentur sebagai adaptasi terhadap angin; parenkim spons memperluas ruang antar sel untuk memaksimalkan penyerapan cahaya rendah |
|
|
C |
Kolenkim menghambat pertumbuhan batang; parenkim spons menyimpan cadangan makanan pada intensitas cahaya rendah |
|
|
D |
Kolenkim mengurangi laju transpirasi; parenkim spons meningkatkan pergerakan air menuju xilem |
|
|
E |
Kolenkim berperan dalam penimbunan air; parenkim spons mempercepat transport glukosa ke floem |
|
|
21 |
Dalam percobaan fisiologi tumbuhan, peneliti menyuntikkan larutan pewarna ke jaringan batang muda tanaman X. Setelah 20 menit, pewarna tampak tersebar pada dinding sel parenkim korteks, tetapi tidak ditemukan pada lumen xilem maupun floem. Peneliti menyimpulkan bahwa mekanisme perpindahan zat berlangsung melalui jalur apoplas, namun mengalami hambatan pada endodermis.
Pertanyaan: Hambatan tersebut paling mungkin terjadi karena…. |
|
|
A |
Suberin pada pita Kaspari menghalangi aliran apoplas menuju stele |
|
|
B |
Endodermis memiliki kloroplas yang menyerap zat warna |
|
|
C |
Protoxilem memiliki lignin yang mendorong aliran ke simplas |
|
|
D |
Floem memiliki tekanan osmotik tinggi yang menarik zat ke dalam |
|
|
E |
Korteks memiliki kutikula tebal yang memblokir difusi lateral |
|
|
22 |
Sebuah perkebunan mengembangkan dua varietas pepohonan cepat tumbuh. Varietas 1 memiliki xilem dengan diameter trakea besar dan dinding sel tipis. Varietas 2 memiliki xilem dengan diameter kecil dan dinding sel lebih tebal. Di wilayah tersebut sering terjadi musim kering panjang.
Pertanyaan: Untuk menjaga kelangsungan hidup selama kekeringan, varietas mana yang lebih adaptif dan alasannya? |
|
|
A |
Varietas 1, karena diameter besar memudahkan aliran air cepat sehingga efisiensi meningkat |
|
|
B |
Varietas 1, karena dinding tipis mencegah terjadinya emboli saat kekeringan |
|
|
C |
Varietas 2, karena diameter kecil menurunkan risiko kavitasi dan dinding tebal meningkatkan kekuatan |
|
|
D |
Varietas 2, karena diameter kecil mempercepat kehilangan air dari daun |
|
|
E |
Keduanya sama karena kapasitas transport air tidak dipengaruhi diameter trakea |
|
|
23 |
Seorang siswa mengamati pertumbuhan lateral batang pada tanaman berkambium. Ia menemukan bahwa pertumbuhan diameter terjadi tidak merata: bagian tertentu lebih tebal dibanding sisi lainnya. Setelah dianalisis, daerah yang lebih tebal tersebut berhubungan dengan arah datangnya cahaya lebih intens.
Pertanyaan: Fenomena tersebut paling tepat dijelaskan oleh… |
|
|
A |
Kambium membelah lebih aktif pada sisi yang gelap karena auksin bergerak ke arah cahaya |
|
|
B |
Kambium membelah lebih aktif pada sisi terang karena etilen menumpuk di daerah tersebut |
|
|
C |
Kambium membelah lebih aktif pada sisi gelap karena redistribusi auksin yang menghindari cahaya |
|
|
D |
Kambium membelah lebih aktif pada sisi terang karena aktivitas giberelin meningkat oleh cahaya |
|
|
E |
Kambium tidak dipengaruhi oleh distribusi hormon sehingga perbedaan hanya kebetulan |
|
|
24 |
Sebuah tim peneliti sedang mengamati performa atlet lari jarak menengah. Selama percobaan, atlet diminta berlari dengan kecepatan stabil selama 12 menit. Sensor yang dipasang mencatat bahwa dalam 6 menit pertama, kontraksi otot betis bekerja dengan efisiensi tinggi, ditandai dengan produksi ATP yang stabil dan tidak ada penumpukan asam laktat. Namun, pada menit ke-7 hingga ke-12, data menunjukkan terjadinya penurunan gaya maksimal otot sebesar 27%, penurunan pH intraseluler, serta peningkatan konsumsi glukosa meskipun suplai oksigen tetap konstan.
Peneliti menduga tubuh atlet mulai beralih pada pola kontraksi otot yang berbeda untuk mempertahankan gerakan lari. Mereka juga mencatat bahwa otot antagonis (misalnya tibialis anterior) memperlihatkan aktivitas listrik yang meningkat ketika otot betis mulai menunjukkan penurunan efisiensi.
Pertanyaan: Berdasarkan kondisi di atas, mekanisme paling tepat yang menjelaskan perubahan performa otot atlet adalah … |
|
|
A |
Otot betis mengalami transisi dari kontraksi isokinetik ke isometrik sehingga produksi panas meningkat dan menghambat kerja aktin-miosin. |
|
|
B |
Terjadi pergeseran metabolisme dari aerob ke anaerob lokal pada beberapa serabut otot cepat, menyebabkan kelelahan dan aktivasi kompensasi oleh otot antagonis. |
|
|
C |
Konsentrasi ion kalsium meningkat drastis sehingga menyebabkan rigiditas sementara pada otot sehingga serabut otot lambat mengambil alih |
|
|
D |
Aktivasi otot antagonis menghambat gerakan primer sehingga gaya kontraksi menurun akibat mekanisme inhibisi resiprokal yang terganggu. |
|
|
E |
Penurunan suplai oksigen menuju otot betis menyebabkan hipoksia sementara sehingga serabut otot lambat bekerja lebih dominan. |
|
|
25 |
Seorang remaja berusia 17 tahun mengalami fraktur tibia setelah kecelakaan ringan. Pemeriksaan menunjukkan densitas tulang lebih rendah dari normal meskipun ia aktif berolahraga. Riwayat medis menunjukkan ia sering mengalami kelelahan, kejang otot ringan, serta memiliki kadar hormon paratiroid (PTH) yang berada di batas atas normal. Analisis nutrisi menunjukkan pasien cenderung menghindari produk susu dan jarang terpapar sinar matahari.
Dokter menduga terdapat masalah dalam regulasi kalsium dan mineralisasi tulang, ditambah adanya peningkatan aktivitas osteoklas yang tidak wajar.
Pertanyaan: Gangguan utama yang paling mungkin terjadi pada pasien adalah … |
|
|
A |
Hiperfungsi kelenjar tiroid yang meningkatkan metabolisme tubuh sehingga kalsium banyak digunakan untuk kontraksi otot. |
|
|
B |
Defisiensi kalsitriol yang menyebabkan penyerapan kalsium terganggu sehingga PTH meningkat untuk mempertahankan kadar Ca²⁺ darah |
|
|
C |
Gangguan pada sekresi kalsitonin yang meningkat sehingga osteoklas bekerja berlebihan dan menurunkan densitas tulang |
|
|
D |
Mutasi pada gen kolagen tipe II sehingga matriks organik tidak terbentuk sempurna dan tulang rapuh. |
|
|
E |
Konsumsi fosfor berlebih yang meningkatkan mineralisasi tulang berlebihan sehingga tulang mudah patah. |
|
|
26 |
Dalam sebuah penelitian biomekanik, mahasiswa diminta mengangkat beban 12 kg dari lantai ke meja setinggi 80 cm. Kamera gerak menunjukkan sebagian besar mahasiswa mengangkat beban dengan cara menekuk punggung (fleksi vertebra lumbal) alih-alih menekuk lutut. Analisis gaya menunjukkan tekanan pada diskus intervertebralis lumbal meningkat hingga 2,3 kali lipat ketika punggung menjadi tumpuan utama.
Seorang partisipan mengalami cedera berupa robekan parsial ligamen longitudinal posterior setelah percobaan. Pemeriksaan menunjukkan bahwa tulang belakang mengalami gaya geser anterior saat beban diangkat.
Pertanyaan: Berdasarkan mekanisme kerja sendi dan struktur tulang belakang, penyebab utama cedera peserta tersebut adalah … |
|
|
A |
Sendi peluru pada tulang belakang tidak mampu menahan rotasi ekstrem ketika beban diangkat secara cepat. |
|
|
B |
Ligamen flavum berkontraksi terlalu kuat sehingga menarik corpus vertebra ke arah posterior. |
|
|
C |
Fleksi berlebihan pada vertebra lumbal menyebabkan gaya geser dan kompresi pada diskus, melemahkan stabilitas sehingga ligamen sobek |
|
|
D |
Sendi engsel pada vertebra lumbal terkunci sehingga beban dipindahkan langsung ke ligamen longitudinal posterior |
|
|
E |
Penekanan pada prosesus spinosus menyebabkan fraktur kompresi dan merobek ligamen sekitarnya. |
|
|
27 |
Dalam simulasi biomekanik seorang pemain bulu tangkis, model komputer menunjukkan bahwa pada saat melakukan smash, sudut fleksi-supinasi lengan bawah terhadap lengan atas berubah sangat cepat (≤ 20 ms). Grafik menunjukkan bahwa sendi yang melakukan rotasi tercepat terletak antara tulang humerus dan ulna–radius.
Dalam beberapa percobaan, ketika sudut rotasi diperbesar sedikit, pemain merasakan nyeri menusuk di bagian anterior siku. Pemeriksaan MRI menunjukkan adanya iritasi pada bantalan tulang rawan dan penebalan ligamen anular.
Pertanyaan: Sendi yang dimaksud pada simulasi tersebut adalah… |
|
|
A |
Sendi peluru antara humerus dan scapula |
|
|
B |
Sendi pelana antara ulna dan karpal |
|
|
C |
Sendi engsel antara humerus dan ulna |
|
|
D |
Sendi putar antara radius dan ulna |
|
|
E |
Sendi geser antara ulna dan trochlea |
|
|
28 |
Sebuah tim pendaki gunung melakukan ekspedisi selama 7 hari. Pada hari ke-3, salah satu anggota, Raka, tergelincir saat menuruni lereng curam. Ia menahan tubuh dengan tangan kanan, sehingga beban tubuh jatuh pada pergelangan tangan. Setelah kejadian itu, Raka merasakan nyeri tajam saat menggerakkan pergelangan tangan, timbul pembengkakan, dan posisi tangan tampak sedikit tidak sejajar. Salah satu rekannya segera melakukan pemeriksaan sederhana dan menemukan bahwa tulang lengan bawah tampak bergeser.
Dalam kondisi seperti ini, tim memutuskan menghentikan perjalanan dan melakukan pertolongan pertama sambil menunggu evakuasi.
Pertanyaan: Berdasarkan gejala dan mekanisme cedera, kelainan pada alat gerak yang paling mungkin dialami Raka adalah … |
|
|
A |
Fraktur pada ulna |
|
|
B |
Dislokasi sendi radioulnaris |
|
|
C |
Keseleo (sprain) pada ligamen karpal |
|
|
D |
Robekan tendon fleksor |
|
|
E |
Fraktur terbuka radius |
|
|
29 |
Seorang atlet renang mengikuti latihan intensif untuk persiapan kompetisi nasional. Pada sesi interval, pelatih meminta atlet melakukan sprint 50 meter secara berulang. Pada awal latihan, atlet dapat mempertahankan kecepatan tinggi, namun setelah beberapa repetisi ia mulai merasa cepat lelah, gerakan menjadi lambat, dan otot lengan terasa nyeri.
Pelatih menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh akumulasi zat tertentu dalam otot akibat metabolisme anaerob ketika suplai oksigen tidak mencukupi. Atlet diminta melakukan pendinginan untuk memperlancar aliran darah.
Pertanyaan: Berdasarkan narasi tersebut, mekanisme biologi yang terjadi pada otot atlet adalah … |
|
|
A |
Penumpukan asam laktat akibat glikolisis anaerob |
|
|
B |
Kerusakan sarkomer akibat kontraksi berlebihan |
|
|
C |
Berkurangnya asetilkolin pada sinaps neuromuskular |
|
|
D |
Peningkatan ATP karena respirasi aerob |
|
|
E |
Pembentukan fosfokreatin yang berlebihan |
|
|
30 |
Seorang siswa mengalami kelainan berupa tulang belakang yang melengkung ke samping sehingga bahu kanan tampak lebih tinggi dibanding bahu kiri. Bila kondisi ini dibiarkan, organ-organ internal dapat terdesak dan fungsi pernapasan terpengaruh. Dokter menyebut bahwa kelainan ini ialah kelainan pada sistem gerak yang dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk miring, pertumbuhan tulang tidak seimbang, atau bawaan sejak lahir.
Kelainan apakah yang dialami siswa tersebut? |
|
|
A |
Lordosis |
|
|
B |
Kifosis |
|
|
C |
Skoliosis |
|
|
D |
Subluksasi |
|
|
E |
Reumatoid artritis |
|
|
31 |
Seorang peneliti kesehatan melakukan studi pada sebuah desa di dataran tinggi. Ia menemukan bahwa sebagian besar warganya memiliki jumlah sel darah merah 20% lebih tinggi dibandingkan penduduk di dataran rendah. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan lanjutan, beberapa warga mengalami peningkatan denyut jantung, napas pendek, dan kelelahan saat aktivitas ringan. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa beberapa individu memiliki darah yang lebih kental (viskositas meningkat) sehingga aliran darah menjadi lebih lambat.
Peneliti menduga bahwa tubuh penduduk desa tersebut beradaptasi terhadap kadar oksigen rendah dengan meningkatkan produksi sel darah merah. Namun, kondisi berlebihan justru menyebabkan gangguan dalam distribusi oksigen karena jantung harus bekerja lebih keras memompa darah yang lebih kental.
Pertanyaan: Berdasarkan narasi tersebut, mekanisme hormonal apa yang paling berperan dalam peningkatan jumlah sel darah merah pada penduduk di dataran tinggi? |
|
|
A |
Hormon ADH yang meningkatkan penyerapan air di ginjal |
|
|
B |
Hormon eritropoietin yang dirangsang oleh rendahnya O2 |
|
|
C |
Hormon insulin yang mengontrol kadar glukosa darah |
|
|
D |
Hormon tiroksin yang meningkatkan metabolisme tubuh |
|
|
E |
Hormon aldosteron yang mengatur keseimbangan natrium |
|
|
32 |
Di sebuah rumah sakit, seorang pasien berusia 55 tahun datang dengan keluhan nyeri dada, kebas di lengan kiri, dan keringat dingin. Pemeriksaan EKG menunjukkan terjadi penyumbatan pada arteri koroner. Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan sebagian otot jantung kekurangan oksigen. Jika tidak segera ditangani, sel-sel otot jantung dapat mati dan tidak dapat beregenerasi.
Dalam kondisi ini, bagian jantung yang paling bertanggung jawab memompa darah ke seluruh tubuh akan mengalami penurunan fungsi.
Pertanyaan: Jika penyumbatan arteri koroner dibiarkan, akibat paling mungkin yang terjadi adalah… |
|
|
A |
Penurunan fungsi ventrikel kiri sehingga aliran darah sistemik terganggu |
|
|
B |
Kerusakan katup trikuspid karena aliran darah balik ke serambi |
|
|
C |
Penumpukan darah di vena kava karena gagalnya ventrikel kanan |
|
|
D |
Peningkatan produksi eritrosit untuk mengimbangi kekurangan oksigen |
|
|
E |
Peningkatan filtrasi ginjal akibat tekanan darah yang lebih tinggi |
|
|
33 |
Sebuah olahraga ekstrem menuntut atlet untuk berlatih pada intensitas tinggi selama waktu lama. Pada pengamatan fisiologis, atlet yang menjalani latihan intens mengalami peningkatan curah jantung (cardiac output), penurunan tekanan darah istirahat, dan peningkatan elastisitas pembuluh darah.
Namun, dokter olahraga menemukan bahwa salah satu atlet mengalami kondisi tidak biasa: saat latihan berat, atlet tersebut mengalami pusing, kulit pucat, dan laju pernapasan meningkat sangat cepat. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin rendah dan jumlah eritrosit berkurang.
Pertanyaan: Berdasarkan kondisi tersebut, apa dampak fisiologis yang paling mungkin terjadi pada atlet tersebut saat melakukan aktivitas berat? |
|
|
A |
Pengangkutan oksigen meningkat sehingga metabolisme dapat berlangsung optimal |
|
|
B |
Curah jantung menurun karena jantung tidak mampu memompa dengan kuat |
|
|
C |
Jaringan tubuh kekurangan oksigen sehingga terjadi peningkatan frekuensi napas |
|
|
D |
Darah menjadi lebih kental sehingga jantung bekerja lebih keras |
|
|
E |
Kapasitas paru menurun sehingga ventilasi tidak dapat dilakukan |
|
|
34 |
Di sebuah rumah sakit, seorang pasien berusia 47 tahun hadir dengan keluhan mudah lelah, sering pusing, dan pucat. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah dan jumlah eritrosit yang berkurang. Dokter kemudian menanyakan pola makan pasien dan menemukan bahwa pasien jarang mengonsumsi makanan sumber zat besi dan vitamin B12. Selain itu, pasien mengaku sering mengalami perdarahan ringan dari gusi saat menyikat gigi. Berdasarkan kondisi tersebut, dokter menduga bahwa tubuh pasien mengalami gangguan pada proses pengangkutan oksigen. Pertanyaan: Apabila gangguan tersebut tidak segera ditangani, dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi pada sistem organ lain adalah… |
|
|
A |
Penurunan produksi empedu karena hati kekurangan suplai glukosa |
|
|
B |
Kerusakan jaringan otot karena sel tidak memperoleh energi cukup |
|
|
C |
Peningkatan tekanan darah akibat penyempitan pembuluh arteri |
|
|
D |
Peningkatan jumlah leukosit untuk memperbaiki jaringan rusak |
|
|
E |
Peningkatan jumlah eritrosit untuk memperbaiki jaringan rusak |
|
|
35 |
Seorang atlet bola basket menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Data tekanan darahnya diambil pada dua kondisi berbeda:
Kondisi Tekanan Darah (mmHg) Istirahat 118/78 Setelah latihan intens 152/92
Dokter menyatakan bahwa perubahan tekanan darah tersebut masih dalam batas wajar. Namun, dokter menekankan bahwa jika nilai tekanan darah saat istirahat berada di atas 140/90, maka atlet dapat mengalami hipertensi yang berbahaya bagi jantung.
Pertanyaan: Apa alasan fisiologis yang paling tepat mengapa tekanan darah meningkat setelah latihan intens? |
|
|
A |
Volume darah menurun drastis sehingga jantung memompa lebih cepat |
|
|
B |
Pembuluh darah arteri mengembang sehingga tekanan meningkat |
|
|
C |
Peningkatan kebutuhan oksigen menyebabkan jantung memompa lebih kuat |
|
|
D |
Katup vena menutup lebih sering sehingga tekanan meningkat |
|
|
E |
Darah mengalir lebih lambat sehingga menambah tekanan pada jantung |
|
|
36 |
Dalam suatu penelitian, tiga kelompok tikus diberi perlakuan berbeda terkait pola makan:
Kelompok X: makanan rendah lemak
Kelompok Y: makanan tinggi lemak jenuh
Kelompok Z: makanan tinggi lemak tak jenuh
Setelah 8 minggu, ditemukan bahwa kelompok Y mengalami penumpukan plak di arteri koroner, sedangkan kelompok X dan Z tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Pertanyaan: Jika hasil penelitian ini diterapkan pada manusia, dampak yang paling mungkin terjadi pada kelompok yang mengonsumsi lemak jenuh tinggi adalah… |
|
|
A |
Peningkatan kecepatan aliran darah menuju jaringan tubuh |
|
|
B |
Penurunan risiko aterosklerosis karena pembuluh menjadi lebih elastis |
|
|
C |
Penyempitan arteri koroner yang menyebabkan pasokan darah ke jantung menurun |
|
|
D |
Penurunan tekanan darah akibat pembentukan plak |
|
|
E |
Meningkatnya jumlah eritrosit untuk mengimbangi kadar lemak darah |
|
|
37 |
Saat bermain sepak bola, seorang siswa terluka sehingga kulitnya mengalami robekan kecil. Dalam beberapa menit, darah berhenti keluar. Guru menjelaskan bahwa proses pembekuan darah melibatkan serangkaian reaksi enzimatis yang berhubungan dengan trombosit.
Namun, ditemukan bahwa seorang siswa lain mengalami perdarahan yang lebih lama saat mengalami luka serupa. Setelah diperiksa, diketahui bahwa siswa tersebut kekurangan faktor pembekuan VIII.
Pertanyaan: Kemungkinan gangguan yang dialami siswa tersebut adalah… |
|
|
A |
Polisitemia |
|
|
B |
Leukemia |
|
|
C |
Hemofilia |
|
|
D |
Trombosis |
|
|
E |
Anemia aplastik |
|
|
38 |
Seorang pasien yang mengalami serangan jantung dibawa ke UGD. Dokter menjelaskan bahwa salah satu penyebab serangan jantung adalah tersumbatnya arteri koroner. Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap bahwa pasien juga mengalami gangguan pada sistem pernapasan, sehingga kadar oksigen dalam darah sangat rendah.
Pertanyaan: Mengapa kondisi sistem pernapasan yang terganggu dapat memperburuk serangan jantung? |
|
|
A |
Karena bronkus menyempit sehingga meningkatkan tekanan darah |
|
|
B |
Karena kekurangan oksigen menyebabkan jantung bekerja lebih lambat |
|
|
C |
Karena suplai oksigen ke otot jantung berkurang sehingga sel cepat rusak |
|
|
D |
Karena alveolus menghasilkan lebih banyak karbon dioksida |
|
|
E |
Karena jaringan jantung tidak memerlukan oksigen saat kondisi darurat |
|
|
39 |
Orang yang mempunyai golongan darah AB tidak dapat memberikan darahnya kepada orang yang bergolongan darah O. SEBAB
|
|
|
A |
Bila pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
B |
Bila pernyataan benar, alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
C |
Bila pernyataan benar, dan alasan salah |
|
|
D |
Bila pernyataan salah dan alasan benar |
|
|
E |
Bila pernyataan dan alasan semuanya salah |
|
|
40 |
Setetes darah bergolongan darah A dicampur dengan setetes darah bergolongan darah B maka akan terjadi aglutinasi karena terjadi reaksi antara … 1. .Aglutinin beta dari darah A dengan agglutinin alfa dari darah B 2. Aglutinin beta dari darah A dengan aglutinogen dari darah B 3. Antigen A dari golongan darah A dengan Antigen B dari golongan darah B 4. Aglutinin alfa dari darah B dengan agglutinogen dari darah A |
|
|
A |
Jika No 1,2,3 Benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
41 |
Proses pembekuan darah pada manusia dipengaruhi oleh ion kalsium sebab Ion kalsium secara langsung mempengaruhi pembentukan tromboplastin |
|
|
A |
Bila pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
B |
Bila pernyataan benar, alasan benar tetapi keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat |
|
|
C |
Bila pernyataan benar, dan alasan salah |
|
|
D |
Bila pernyataan salah dan alasan benar |
|
|
E |
Bila pernyataan dan alasan semuanya salah |
|
|
42 |
Enzim yang dapat bekerja dalam suasana netral adalah 1. Pepsin 2. Tripsin 3. Erepsin 4. Amilase |
|
|
A |
Jika No 1,2,3 Benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
43 |
Proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia secara berurutan adalah… |
|
|
A |
Mulut – esofagus – omasum – abomasum – rumen – reticulum – mulut – usus halus – sekum – usus besar – rectum – anus. |
|
|
B |
Mulut – esofagus – rumen – reticulum – omasum – abomasum – mulut – usus halus – sekum – usus besar – rectum – anus. |
|
|
C |
Mulut – esofagus – rumen – reticulum – mulut – rumen – reticulum – omasum – abomasum – usus halus – usus besar – anus |
|
|
D |
Mulut – esofagus – reticulum – rumen – mulut – omasum – abomasum – usus halus – usus besar sekum – rectum – anus |
|
|
E |
Mulut – esofagus – reticulum – rumen – mulut – omasum – abomasum – usus halus – sekum -usus besar – rectum – anus |
|
|
44 |
Alat Pencernaan yang menghasilkan enzim untuk mencernakan protein adalah… 1. Lambung 2. Pankreas 3. Usus halus 4. Usus besar |
|
|
A |
Jika No 1,2,3 Benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
45 |
Komponen makanan yang tidak dicernakan secara enzimatis di rongga mulut adalah 1. Karbohidrat 2. Protein 3. Lemak 4. Vitamin |
|
|
A |
Jika No 1,2,3 Benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
46 |
Kegunaan kalsium dalam tubuh adalah untuk … 1. Membentuk matriks tulang 2. Mempengaruhi penerimaan rangsang pada otot dan saraf 3. Membantu proses penggumpalan darah 4. Mempengaruhi semua proses perombakan zat. |
|
|
A |
Jika No 1,2,3 Benar |
|
|
B |
Jika No 1 dan 3 benar |
|
|
C |
Jika No 2 dan 4 benar |
|
|
D |
Jika hanya No 4 yang benar |
|
|
E |
Jika semua pernyataan benar |
|
|
47 |
Proses pemecahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh organ… |
|
|
A |
Hati |
|
|
B |
Lambung |
|
|
C |
Pankreas |
|
|
D |
Usus Halus |
|
|
E |
Kandung Empedu |
|
|
48 |
Enzim Pencernaan adalah protein yang diproduksi oleh tubuh untuk membantu memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil sehingga nutrisi bisa diserap oleh tubuh. Berdasarkan teks tersebut manakah jawaban yang benar terkait enzim yang berperan dalam pencernaan protein. |
|
|
A |
Ptialin, pepsin, tripsin |
|
|
B |
Ptialin, amilase, pepsin. |
|
|
C |
Pepsin , tripsin, lipase |
|
|
D |
Pepsin, tripsin, enterokinase |
|
|
E |
Pepsin, tripsin, amilase |
|
|
49 |
Berikut data kandungan energi dan waktu cerna rata-rata tiga jenis makanan:
Pertanyaan: Jika seseorang mengalami gangguan pada kantong empedu, makanan mana yang paling lama tertahan di lambung dan mengapa? |
|
|
A |
Daging goreng, karena lemak membutuhkan emulsifikasi empedu |
|
|
B |
Daging goreng, karena lemak sulit dicerna |
|
|
C |
Buah segar, karena mengandung serat larut tinggi yang harus dibantu empedu. |
|
|
D |
Nasi + sayur, karena karbohidrat butuh waktu lama untuk dipecah dan membutuhkan bantuan empedu. |
|
|
E |
Semua makanan sama, karena waktu cerna dipengaruhi empedu |
|
|
50 |
Dalam sebuah eksperimen laboratorium, sampel makanan berprotein tinggi diberikan ke tiga tabung berbeda: Tabung A: diberi enzim pepsin pH 2 Tabung B: diberi enzim tripsin pH 8 Tabung C: diberi campuran empedu dan lipase Setelah 30 menit, hasil menunjukkan bahwa Tabung C hampir tidak mengalami perubahan pada makanan tersebut. Pertanyaan: Interpretasi paling tepat terhadap hasil eksperimen adalah… |
|
|
A |
Lipase hanya bekerja pada pH asam sehingga tidak aktif |
|
|
B |
Empedu menghancurkan protein sehingga membantu lipase bekerja |
|
|
C |
Lipase dan empedu tidak berperan dalam pencernaan protein |
|
|
D |
Makanan tidak berubah karena pH 8 menghambat kerja tripsin |
|
|
E |
Pepsin seharusnya bekerja pada pH basa untuk memecah protein |
|


